Pemilu 2009, kebangkitan partai-partai “gurem”

April 29, 2008 by modulkuliah

Pentas politik Indonesia kini semakin kompetitif, antara partai partai besar yang dimotori Partai Golkar dan PDIP serta PPP. Kecendrungan dalam pilkada di daerah, ternyata tidak lagi didominasi partai-partai lama. Partai “gurem” sudah mulai menunjukkan kekuatan dengan menawarkan pembaharuan dari kalangan politisi muda seperti yang didapatkan Partai PKS dan PAN di Jabar, Sumut dan Sulsel. Masyarakat kelihatannya sudah jenuh melihat polah-laku para politisi “partai besar” yang meneriakkan reformasi tetapi tidak menunjukkan perubahan yang jelas dari tatanan pelaksanaannya. Janji membuat perubahan, dianggab isapan jempol, lagu lama berkampanye. Tapi akan dinilai berbeda apabila janji itu disampaikan oleh kader partai baru, terutama kalangan muda, dianggab jujur, bersih dan bersahaja. Kepercayan publik kepada figur calon pemimpin dianggap lebih penting dibanding program-program partai yang ditawarkan. Kemampuan, pengalaman dan latar belakang calon juga menjadi nilai jual yang dapat menarik perhatian masyarakat. Pendidikan tidak harus tinggi, tetapi menunjukkan sikap peduli pada persoalan nyata, dapat membuat solusi serta memiliki naluri menciptakan perbaikan. Biaya kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan  yang semakin tinggi perlu ditemukan cara menekan harga-harga agar masyarakat hidup layak.  Teriakan, persoalan, derita rakyat merupakan fakta yang sedang dan akan dihadapi para pemimpin, karena itu topik-topik kampanyepun baiknya secara logis dapat memberikan jalan keluar. Membicarakan kondisi saat ini lebih menyentuh nurani dibanding mengumbar janji lima tahun kedepan.

Kompetitifnya partai-partai “gurem” dewasa ini tidak terlepas dari kegagalan pemerintah dan para wakil-wakil rakyat menarik simpati rakyat. Para pejabat pusat maupun daerah seolah tutup mata dengan tingginya harga-harga, tidak sedikit anak-anak meninggal karena kurang makan atau karena rendahnya kwalitas pelayan kesehatan. Program kesehatan, pendidikan, dan subsidi BBM bagi keluarga miskin banyak yang salah sasaran. Aparatur pemerintah tidak tegas menjalankan program, kebijakan desentralisasi terkadang berbenturan dengan kepentingan pusat dan segudang persoalan lain yang tampak kontra pruduktif. Calon yang mampu memberikan jawaban teknis atas persoalan yang menerpa kehidupan rakyat tentu mendapat perhatian khusus.

 

Disisi lain ada kecenderungan, bahwa massa tidak lagi melihat apa warna partainya, tetapi siapa ketua partainya dan   kader yang diusungnya. Pilkada sumut yang memenang pasangan          yang didukung PAN dan PKS, idealnya harus dimenangkan calon dari partai PDIP atau Partai Golkar, sebab dalam pemilu,  kedua partai ini sangat dominan di sumut. Dari sisi kwalifikasi, penulis berfikir calon ini tidak terlalu menonjol dari yang lain, bahkan tergolong santai dan banyak tertawa ketika talk show uji kandidat yang ditayangkan Metro TV. Kelebihan kader ini bukanlah pada kadernya, tetapi kerjasama timkampanye

 Calon yang berasal dari publik figur secara sosial tentu mudah dikenal, dan mudah mendapat perhatian. inipun takluput dari faktur pertimbangan pencalonan dalam pilkada, seperti Rano karno di kabupaten tangerang, Dede Yusuf di Jawa barat. Kedepan, bukan tidak mungkin para artis akan mencoba peruntungan di panggung politik. Mereka memiliki nilai tawar yang kompetitif dengan kader-kader partai, tak jarang banyak parpol yang mendekati para artis ternama. Publisitas mereka oleh media membuat nama para publik figur mudah mendapat tempat dihati masyarakat.

Fenomena ini tentu menjadi ancaman bagi kalangan politisi untuk konsisten membuat program kepada pendukungnya. Juga pelajaran bagi pemerintah saat ini, bahwa kepedulian pada kepentingan rakyat banyak tentu lebih “ibadah” dari pada menghalalkan setiap cara mendapat keuntungan (menaikkan harga-harga untuk mempertahankan APBN). Pemerintahan ini akan berakhir tahun depan, saatnya para politisi muda dan para publik figur  memimpin bangsa ini dengan tanggung jawab. persoalannya apakah pemilu 2009 partaipartai gurem mampu bangkit?

Halo dunia!

April 15, 2008 by modulkuliah

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!